Sabtu, 05 Februari 2011

JIKA BELUM PUNYA NISN

belum punya NISN Untuk di sekitaran kec.cilebar bisa hubungi SDN MEKARPOHACI I

PORSENI 2011

porseni tingkat SD tanggal 9 dan 10 februari 2011

Jumat, 25 Juni 2010

TEKNIK EQUALIZER

Ditulis oleh Jhony Charl Marbun di/pada 2 Maret 2009

Bagi anda yang mempunyai Equalizer tp bingung karena mempunyai 2 Power amply dan harus membagi 3 freq LOW-MID-HIGH ,sesunguhnya ini bisa disiasati tanpa menggunakan crossover aktif , berikut ini saya akan coba mengutarakan cara yang efisien tp menghasilkan jenis suara yang bagus.

sebenarnya trik ini sudah banyak yang dilakukan oleh orang lain khususnya OT ,tp apa salahnya kalau saya utarakan disini supaya orang yang belum mengetahui bisa mencobanya.

hal yang pertama anda harus menentukan speaker mid-high nya dalam hal ini saya merekomendasikan speaker 12 inch berjumlah 4 pcs yang dijadikan menjadi 2 box (1 box isi 2 speaker) untuk sebelah atau mono jadi kalau anda memakai stereo harus berjumlah 8 pcs atau 4 box (2 box sebelah kiri ,2 box sebelah kanan) ,tp ingat pilih speaker yang freq nya mid-high kalau saya merekomendasikan ,untuk budget yang rendah pilih ACR clasic ,Audax tp kalau mempunyai budget yang lebih bisa pilih speaker high-end (peavey,jbl,kappa) tp dengan catatan harus pilih freq mid-high . refrensi bisa klik disini bisa lihat di kolom sound system

hal yang kedua anda harus menentukan speaker Low-Mid ,dalah hal ini saya merekomendasikan speaker 18 inch 2 pcs untuk sebelah (mono) jadi anda harus menyediakan 4 pcs untuk stereo, tp ingat speaker ini harus benar2 Mid-Low supaya dentuman lebih berasa ,untuk refrensi ada bisa lihat di kolom sound system

nah setelah speaker sudah tersedia lalu kita kembali ke pembahasan Equalizer . disini kebanyakan orang menggunakan equalizer ==>> MIXER OUTPUT1 ,OUTPUT2 ==>> INPUT1,INPUT2 EQUALIZER ==>>EQUALIZER OUTPUT1,OUTPUT2 ==>>INPUT1 ,INPUT2 POWER ==>> SPEAKER nah bingung kalau menggunakan power yang satunya terpaksa diambil lagi dari out equalizer yang lain (rata2 equalizer built up disiapin 2 channel output ,input) nah kalau sudah begini anda pasti bingung untuk mendapatkan suara low-mid- high karena kedua channel output equalizer masuk ke input power1 ,power2

jika anda menginginkan low -mid- high bisa terpisah dan bisa disetting sesuai selera masing2 gampang

MIXER OUTPUT1 ,OUTPUT2 ==>> INPUT1 ,INPUT2 EQUALIZER ==>> EQUALIZER OUTPUT1 ==>>INPUT1 POWER 1 lalu EQUALIZER OUTPUT2 ==>> INPUT1 POWER 2 nah disini anda melihat seolah2 power hanya menggunakan 1 input ,jangan kuatir langsung aja input power di seri menjadi input 1 ke input 2 untuk menghasilkan suara stereo.

setelah itu anda sudah bisa merubah frequensi di equalizer anda ,masing2 channel equalizer diberikan ke masing2 power

contoh :

channel 1 Equalizer untuk power 1 (mid-high) : naikkan freq mid-highnya ,sebaliknya turukan freq low

channel 2 Equalizer untuk power 2 (mid-low) : naikkan freg mid-low ,sebaliknya turunkan freq high

ini semua tergantung selera pendengaran anda.

ingat pilih power sesuai dengan freq nya masing2 ,seperti mid-high pilih power mid-high ,dan sebaliknya untuk low pilih power yang khusus low.

Terima kasih semoga trik dan tips ini bermanfaat buat anda.

MICROPHONE

Mikrofon pada dasarnya merupakan sebuah tranduser, sebuah alat yang mengubah energy dari satu bentuk menjadi bentuk lain, dalam hal ini mengubah gelombang suara akustik menjadi sinyal listrik,yang sesuai. Dalam proses perekaman perlu sekali kita memperhatikan sensitifitas dari mikrofon, hal ini untuk memperoleh tingkat kemurnian suara yang dapat dicuplik. Microphone terdiri dari berbagai jenis, yang paling banyak digunakan adalah mikrofon jenis Dinamic dan Kondensor.

Mikrofon dinamik biasanya lebih murah dan secara struktur lebih masif, tetapi mempunyai sensitifitas yang rendah. Karena kurang sensitive maka dapat digunakan untuk suara yang amat keras. Mikrofon jenis ini secara umum digunakan untuk keperluan vocal, kotbah di mimbar dan kick drum. Di dalam sebuah mikrofon dinamik tersusun membran, kumparan suara dan magnet. Gelombang suara yang akan dicuplik akan menggetarkan membran, sehingga kumparan suara yang menempel pada membran akan ikut bergerak. Kumparan suara ini ada dalam daerah medan magnet sehingga ketika kumparan suara ini bergerak akan menghasilkan sinyal listrik.

Mikrofon condenser biasanya (tetapi tidak selalu) lebih sensitif daripada jenis dynamic. Dapat digunakan untuk mencuplik suara yang lembut dan frekunsi tinggi, Mikrofon ini memerlukan sinyal listrik dari phantom power (48V) yang terdapat di mixer. Sebagai tambahan, mikrofon jenis ini dapat dibuat berukuran amat kecil tanpa kehilangan performansinya. Mikrofon condensor yang bermutu baik dapat menjangkau sumber suara yang lebih jauh (>50 cm). Condenser biasanya digunakan untuk merekam suara orkestra, paduan suara, dan aplikasi lain dimana anda menginginkan suara ansambel yang dapat menandingi suara perseorangan.



Label: mikrofon